Masih Jadi Teka-Teki, Keluarga Korban: Mama Tidak Punya Riwayat Penyakit

Rabu, 19-06-2019 - 20:03 WIB Hendra Agus Wardani (29) putra kedua Endang saat menjelaskan kematian orang tua perempuannya (Agus Salam/JatimTIMES) Hendra Agus Wardani (29) putra kedua Endang saat menjelaskan kematian orang tua perempuannya (Agus Salam/JatimTIMES)

JATIMTIMES, PROBOLINGGO – Hasil otopsi tim forensik Polda Jatim, Endang Sukeni (62) meninggal karena penyakit dalam seperti jantung. Namun kesimpulan tersebut diragukan keluarga korban. Sebab, perempuan yang diketahui meninggal di dalam kamarnya itu, tidak memiliki riwayat penyakit.

Hal tersebut diungkap Hendra Agus Wardani (29) putra kedua korban, Rabu (19/6) siang. Pria yang biasa dipanggil Hendra itu tak asal ngomong. Ia pernah memeriksakan orang tua perempuannya sekitar 3 bulan yang lalu. Hasilnya, berdasarkan uji pemeriksaan Laboraturium Irma, Endang tak memiliki penyakit alias normal.

Disebutkan, ibunya memeriksakan kesehatannya ke dr Farida dan dianjurkan uji lab di Laboraturium Irma. Dijelaskan, korban memeriksa kesehatannya atas permintaannya sendiri lantaran kala itu ujung kakiya sakit. 

"Hasil labnya, mama saya enggak punya penyakit. Setiap kali mama mengeluh sakit, langsung saya bawa atau ajak ke dokter," tandasnya ke sejumlah wartawan.

Meski ragu, namun pria yang mengajar di SMPN Dringu, Kabupaten Probolinggo itu, menerima hasil otopsi. Hanya saja Hendra mempertanyakan tas dan handphone ibunya yang hilang dan hingga kini belum ada titik terang. 

"Betul hasil otopsinya seperti itu. Tapi kan tas dan HP mama, hilang. Berarti, ada orang sebelum mama meninggal. Padahal, di rumah sepi. Saya heran dan penuh tandah tanya," ujar Hendra keheran.

Jika Polres Probolinggo Kota tidak menemukan tas dan HP orang tuanya, Hendra akan meminta bantuan ke paman dan sepupunya yang juga berprofesi polisi. Dalam kesempatan itu, pria beranak satu ini kemudian menceritakan kejadian yang menimpa mamanya.

 Senin pagi sekitar pukul 09.00, Hendra yang tengah mengajar dihubungi Bu Win, salah satu guru SMAN 1 Leces, rekan kerja Endang.

Ia meminta Hendra untuk menghubungi orang tuanya karena saat dihubungi, HP-nya tidak aktif. Ia pun menghubungi mamanya, namun meski beberapa kali ditelepon tidak ada respon. Hendra kemudian meminta tolong Tomi Romadani, sahabat sekaligus tetangga dekatnya. "Agar cepat diketahui saya minta tolong sama Tomi. Kan jarak tempat mengajarku dengan rumah, agak jauh,” tambahnya.

Beberapa saat kemudian, Tomi Ramadani menelepon Hendra memberitahu kalau mamanya ada di rumah, namun tidur tak bergerak dengan posisi miring, wajah menghadap selatan. Saat itu juga Hendra bergegas pulang untuk mengetahui pasti kondisi orang tuanya. 

“Pas saya tiba di rumah, mama langsung saya balik. Beliau tidak bergerak dan keluar darah dari hidungnya,” jelasnya.

Untuk memastikan kondisi orang tuanya, Hendra memanggil dokter Puskesmas Wonoasih dan dinyatakan, mamanya sudah meninggal. Ia kemudian melapor ke polisi agar meninggalnya korban diketahui polisi. “Saya takut disalahkan kalau langsung dibawa ke rumah sakit. Saya lapor ke Polsek Wonoasih,” ujar Hendra.

Dijelaskan, Bu Win menghubungi mamanya karena petis dan telur sumbangan orang tuanya belum datang, padahal acara halal bihalal sudah dimulai. Menurutnya, semalaman orang tuanya memasak petis dan telur yang akan dibawa ke acara halal bihalal sekolah. 

“Saat aku berangkat kerja, petis dan telur sudah ditata. Jadi, enak bawa. Enggak tahunya, mama meninggal,” jelas Hendra dengan mata berkaca-kaca.

Terpisah, Kasat Reskrim AKP Nanang Fendi mengatakan, hasil otopsi dokter forensik Polda Jatim, belum final. Artinya, kasus penemuan jasad dengan korban seorang guru Bimbingan dan Konseling (BK) tetap jalan alias tidak dihentikan. 

“Kasusnya tetap kami selidiki. Hasil otopsi itu, hanya mengatakan, kalau di tubuh korban tidak ada tanda-tanda kekerasan,” tandasnya.

Pihaknya saat ini fokus pada tas dan HP korban yang hilang. Bahkan, Polresta menurutnya, meminta bantuan Polda Jatim untuk melacak dan mendeteksi hand phone yang hilang. Hanya sampai saat ini belum terdeteksi. “Kami tetap mencari keberadaan barang milik korban yang hilang. Belum, belum terdeteksi,” pungkasnya.

Pewarta : Agus Salam
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Sumber : Probolinggo TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close