Gara-Gara Bocah Main Api, Gudang Plastik dan Kardus Terbakar

Kamis, 18-07-2019 - 17:19 WIB Petugas damkar tengah berusaha memadamkan api yang membakar gudang penyimpanan kardus dan plastik (Agus Salam/JatimTIMES) Petugas damkar tengah berusaha memadamkan api yang membakar gudang penyimpanan kardus dan plastik (Agus Salam/JatimTIMES)

JATIMTIMES, PROBOLINGGO – Kebakaran terjadi di rumah Maria Theresia Anggela (28), Jalan Gubernur Suryo, RT 009 RW 012 Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang terjadi, Kamis (18/7) sekitar pukul 10.00 tersebut.

Hanya saja warga sekitar dibuat panik. Mereka khawatir api yang membakar ruang penyimpanan barang, menjalar ke rumahnya. Api dapat dipadamkan setengah jam kemudian, setelah 2 unit kendaraan pemadam kebakaran (Damkar) milik pemkot tiba di lokasi kejadian.

Belum diketahui pasti kerugiannya. Yang jelas seluruh barang berupa plastic dan kardus yang disimpan digudang, hangus terbakar. Kobaran api sempat menjalar ke ruang dapur, namun berkat kesigapan petugas pemadam, api dapat dijinakkan. Sijago merah hanya meluluh-lantakkan gudang yang terpisah dengan rumah.

Maria Theresia mengaku, tidak tahu persis kejadiannya. Sebab, saat api membakar gudang berukuran 3 x 4 meter itu, berada di dalam rumah. Begitu mendengar suara kretek-kretek, perempuan yang biasa dipanggil Maria itu, keluar rumah. 

“Saya enggak tahu. Saya dengar bunii kretek-kretek. Begitu keluar, saya ngliat api di gudang,” tandasnya.

Perempuan beranak tiga ini mengaku, pagi hari mengantar anaknya ke sekolah. Setibanya di rumah, ia langsung masak dilanjut makan. Saat makan itulah, Maria mendengar bunyi kretek-kretek dan spontan keluar rumah. 

“Enggak tahu penyebabnya. Mungkin konsleting listrik,” aku Maria ke sejumlah wartawan dan petugas tagana.

Evelyin (60) orang tua Maria yang datang saat rumah anaknya terbakar mengaku, tidak tahu kejadiannya. Dugaannya sama dengan putrinya, perkiraan penyebab kebakaran korsleting listrik. Alasannya, di gudang tidak ada kompor, sedang ruang dapur terpisah dengan gudang. 

"Mungkin konsleting listrik. Soalnya di gudang hanya tumpukan kardus dan plastic,” ujarnya.

Dijelaskan, barang yang disimpan di gudang bukan miliknya, tetapi milik teman menantunya. Kardus dan plastic tersebut adalah sisa barang pabrik. Menurutnya, rekan menantunya itu, mendirikan pabrik di Desa Pajurangan, Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo, namun gagal. 

“Pabrik ethanol-nya sudah berdiri. Tapi tidak diteruskan. Nah barang-barangnya yang terbakar itu,” pungkasnya.

Sementara Ahmadidi, salah satu petugas Tanggap Bencana (Tagana) Kota Probolinggo mengatakan, kalau penyebab kebakaran bukan korsleting listrik, tetapi anak Maria. Sebelumnya lanjut adi, 2 anak Maria main bakar-bakaran di dekat gudang. Sementara Maria berada di dalam rumahnya.

“Bukan korsleting listrik. Anaknya bakar-bakaran drkat gudang. Terus apinya merambat ke gurang,” tandasnya.

Pria yang lebih dikenal dengan nama Adi ini menjelaskan, informasi tersebut digali atau didapat dari 2 anak Maria langsung. Yang bakar-bakaran adalah adiknya, sedang kakaknya tidak, namun mereka bermain berdua. “Ya, anaknya ngaku sendiri, kalau dia main bakar-bakaran. Itu di luar anaknya nangis,” pungkas Adi ke sejumlah wartawan.

Agus Salam

 

Pewarta : Agus Salam
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Probolinggo TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close