Lindungi Konsumen, Wali Kota Probolinggo Bakal Pangkas Jam Operasional Pasar Hewan

Minggu, 21-07-2019 - 21:19 WIB Wali Kota  Probolinggo, Hadi Zainal Abidin (Pakai Baju Hijau Tengah) saat membika lomba burung berkicau (Agus Salam/Jatim TIMES) Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin (Pakai Baju Hijau Tengah) saat membika lomba burung berkicau (Agus Salam/Jatim TIMES)

JATIMTIMES, PROBOLINGGO – PROBOLINGGO-Pemkot Probolinggo akan menambah jumlah hari pasar hewan yang sebelumnya 2 kali menjadi 3 kali dalam seminggu. Bersamaan itu pula, pemkot akan mengurangi jam pasar, yang awalnya sampai malam, akan dikurangi jamnya sampai sore.

Rencana tersebut disampaikan Wali Kota Hadi Zainal Abidin dalam acara Gebyar Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (UPSUS SIWAB). UPSUS SIWAB dan Kontes Burung Berkicau. Lomba yang memperebutkan piala wali kota itu diselenggarakan di Lapangan Karya Bakti, Minggu hingga Senin, 21 sampai dengan 22 Juli 2019.

Pengurangan jam dilakukan, sebagai upaya pemkot melindungi konsumen atau pembeli yang terdiri dari peternak dan jagal atau penjual daging sapi. Sebab, berdasarkan pengalaman Wali Kota Hadi Zainal Abidin, pembeli dirugikan. Pedagang, berusaha tampilan sapi yang dijualnya menarik, bahkan ada upaya membohongi pembeli.

Hadi berkata begitu di depan pedagang dan peternak serta jagal sapi, karena pengalaman. Sekitar awal tahun 2000-an wali kota yang hobi beternak, membeli sapi. Tak hanya pasar di Probolinggo, ia juga mencari dan membeli sapi ke pasar Lumajang. “Saya pernah beli sapi. Setelah sampai di kandang, ekornya lepas. Suruhan saya tidak tahu, karena ngeliatnya malam,” tandasnya sambil tertawa.

Tak hanya itu, wali kota juga pengalaman membeli sapi yang kondisinya tidak sesuai saat di pasar. Saat tiba di kandang, sapi yang dibeli Hadi perutnya tidak sempurna. Selain upaya tersebut wali kota juga akan mengumpulkan pedagang dan jagal sapi. “Pedagang sapi harus dikontrol. Penjual daging sapi atau jagal harus ada pembinaan. Nanti akan saya kumpulkan.,” harapnya.

Disebutkan, mengurangi jam operasional pasar hewan lebih pada faktor keamanan bagi pedagang dan pembeli. Mengingat, pedagang dan pembeli sapi membawa uang yang jumlahnya tidak sedikit. Hadi khawatir di tengah perjalan pulang ada yang berniat tidak baik. “Kalau pulang dari pasar sore hari kan lebih aman. Kalau malam kan jalanan, sepi. Ya takut dirampok atau dibegal,” tambahnya.

Gebyar Upaya Khusu Sapi Induk Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) dan kontes burung berkicau dalam rangka hari krida pertanian ke 47. Diharapkan acara yang digelarnya, memberi inspirasi dan motivasi ke para peserta lomba, pedagang dan masyarakat yang hadir di acara tersebut. “Semoga acara ini menjadi motivasi peternak dan pelaku usaha, baik individu maupun kelompok. Untuk memperbaiki pola budidaya dari tradisional ke profesional,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan tersebut sebagai wadah promosi kelompok peternak untuk menunjukkan hasil budidaya ternak sapinya. Kontes burung diikuti 600 peserta dengan biaya pendaftaran gratis. Nilai total hadiah yang diperebutkan Rp 18 juta. Sementara kontes sapi bunting diikuti ratusan sapi betina milik peternak Kota Probolinggo.

Pewarta : Agus Salam
Editor : A Yahya
Publisher :
Sumber : Probolinggo TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close