Penertiban PKL Terus Dilakukan, Satpol PP Upayakan Berdagang di Area Pasar

Senin, 22-07-2019 - 07:56 WIB Kepala Satpol PP Kota Malang Priyadi (Pipit Anggraeni/MalangTIMES). Kepala Satpol PP Kota Malang Priyadi (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

JATIMTIMES, MALANG – Penertiban pedagang kaki lima (PKL) terus dilakukan Pemkot Malang. Beberapa kawasan khusus larangan berjualan terus disisir. 

Di samping itu, ada juga penertiban untuk sederet kawasan lain. Misalnya pinggir jalan yang selama ini memang menjadi jujukan dari para PKL untuk menjajakan dagangannya.

Namun meski berkali-kali melakukan penertiban, Kepala Satpol PP Kota Malang Priyadi menyampaikan tidak sedikit PKL yang kemudian memilih kembali ke jalan yang dilarang tersebut. Sehingga dia menilai memang harus ada upaya lain agar PKL tak lagi tergantung berjualan di pinggir jalan seenaknya.

"Karena kebanyakan kalau jualan di pinggir jalan, itu diprotes warga. Mengganggu lalu lintas dsn pejalan kaki," katanya.

Satpol PP terus berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dalam hal ini. Salah satunya berupaya untuk menyediakan lokasi khusus di pasar rakyat bagi PKL yang selama ini selalu berjualan di pinggir jalan.

Priyadi meyakini, ketika PKL diberi tempat di pasar rakyat yang memang bisa menampung, maka mereka akan setuju dan tetap bisa berjualan. Secara berangsur, kegiatan itu dapat mengurangi jumlah PKL yang setiap hari turun berjualan di pinggir jalan. "Kalau ada solusi, pasti mereka mau dan jumlah PKL pasti bisa berkurang," imbuhnya.

Meski begitu, operasi dan razia terus dilakukan setiap hari. Penertiban PKL di beberapa kawasan yang mengganggu dan dilarang terus digerakkan sebagaimana aturan yang dibuat. Termasuk penertiban PKL karena mendapat aduan dari masyarakat.

"Ada juga aduan kalau yang jualan itu di gang perumahan misal. Itu mengganggu warga perumahan dan ketika dilapori, maka kami tindak," ucap Priyadi.

Sanksi yang diberikan kepada PKL bandel yang terjaring dalam razia  berupa teguran secara lisan, tulisan, dan tipiring. Jenis sanksi yang diberikan bergantung bentuk kesalahan dari PKL itu sendiri. Ketika memang menyalahi aturan berat, satpol PP dapat melakukan tipiring (tindak pidana ringan) kepada yang bersangkutan. "Bertahap tentunya dan kami sering lakukan tipiring," pungkasnya.

 

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close