Pastikan IPAL Penuhi Syarat, Setiap Puskesmas Rutin Periksa Air Limbah

Senin, 22-07-2019 - 12:58 WIB Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Supranoto (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES) Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Supranoto (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Ancaman pencemaran lingkungan melalui limbah tidak hanya dihasilkan industri pabrik. Dunia medis pun  bisa menghasilkan limbah.

Limbah medis ini, jika tidak ditangani dengan benar, sangat bisa menjadi pencemaran lingkungan. Bayangkan saja jika hal itu mencemari kawasan layanan kesehatan. Tentu akan membahayakan pasien maupun pengelolanya.

Karena itu, untuk menghindari ancaman pencemaran limbah medis agar tidak berdampak terhadap kesehatan warga sekitarnya, setiap puskesmas di wilayah Kota Malang telah memiliki instalasi pengelolahan air limbah (IPAL). Keberadaan IPAL tersebut bukanlah semata - mata dibiarkan saja, tetapi harus selalu rutin dilakukan pemeriksaan sampel airnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Supranoto mengatakan, pengambilan sampel air limbah selalu rutin dilakukan setiap satu bulan oleh masing-masing sanitarian di setiap puskesmas. 

"Sampel airnya, semua puskesmas akan rutin melakukan pemeriksaan setiap bulan. Dan itu memang sudah aturannya," ujar dia.

Limbah merupakan zat atau hasil buangan suatu kegiatan atau usaha yang bisa berbahaya apabila seketika dibuang ke lingkungan. Oleh karena itu, pengolahan Iebih Ianjut dan sesuai prosedur akan menjadikan limbah tersebut aman apabila berada di lingkungan. 

Pengambilan sampel air limbah tersebut nantinya akan diserahkan kepada pihak Jasa Tirta, apakah sudah sesuai standar baku mutu air limbah dalam Peraturan Gubernur No 72 Tahun 2013.

Indikator yang diperiksa mulai dari pengujian derajat keasaman (pH), temperatur, biological oxygen demand (BOD), chemical oxygen demand (COD), total suspended solid (TSS), ammonia bebas, fosfat terlarut, dan total coli.

Semua indikator tersebut harus memenuhi standar yang ditetapkan. Sehingga air tidak mencemari lingkungan saat dibuang ke badan air. "Namanya saja instalasi pengelolaan air limbah, jadi ya harus diperiksa. Itu juga untuk mengurangi pencemaran lingkungan tadi," ucap Supranoto.

Pewarta : Arifina Cahyati Firdausi
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : The Hindustan Times
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close