Puskesos Terbentuk di 57 Kelurahan, Layanan Warga Kurang Mampu Makin Singkat

Senin, 22-07-2019 - 13:40 WIB Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang Tri Sukma Widayati (berdiri) saat melakukan pemaparan dalam evaluasi Puskesos di Aula Dinsos Kota Malang. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES). Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang Tri Sukma Widayati (berdiri) saat melakukan pemaparan dalam evaluasi Puskesos di Aula Dinsos Kota Malang. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

JATIMTIMES, MALANG – Pusat Kesejahteraan Sosial (Pukesos) di Kota Malang sudah terbentuk di 57 kelurahan sejak awal tahun ini. Keberadaan petugas yang khusus memberikan layanan bagi warga kurang mampu itu pun sudah dirasakan dan dinilai semakin mempersingkat sederet urusan yang dibutuhkan berkaitan dengan bantuan sosial.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang Tri Sukma Widayati menyampaikan, Puskesos menjadi pusat informasi dan pemberian layanan kesejahteraan sosial. Tugasnya adalah menyediakan pelayanan perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan untuk warga miskin dan rentan miskin tingkat kelurahan.

Selain itu, Puskesos  menyediakan pelayanan rujukan untuk program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan terpadu. Petugas yang ditempatkan di setiap kelurahan juga wajib membantu warga mengidentifikasi keluhan warga miskin dan rentan miskin. Kemudian memastikan keluhan-keluhan warga miskin dan rentan miskin tertangani dengan baik oleh pengelola program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan.

"Dan mereka bertugas di kantor kelurahan," kata perempuan berhijab itu kepada MalangTIMES, Senin (22/7/2019).

Melalui Puskesos,  pendataan dapat dilakukan lebih akurat dan terus diperbarui. Sebab,  petugas selalu berada di kelurahan. Selain itu, keluhan masyarakat juga semakin terjawab lebih cepat karena layanan dilakukan langsung di kawasan pemukiman masyarakat.

Untuk jumlah petugas Puskesos yang disebar di seluruh kelurahan di Kota Malang, Tri Sukma menjelaskan keseluruhan mencapai 124 orang. Seluruh petugas disebar sesuai dengan besaran kelurahan dan penduduknya.

"Jadi, satu kelurahan ada dua, ada juga yang tiga dan empat petugas. Tergantung banyaknya warga yang harus ditangani di satu kelurahan," imbuhnya.

Sementara untuk meningkatkan kualifikasi serta sistem kerja dari Puskesos, telah dilakukan evaluasi yang berlangsung di aula Kantor Dinsos, Senin (22/7/2019). Evaluasi diikuti oleh seluruh petugas di semua kelurahan. Evaluasi tersebut bertujuan mencari tahu kemajuan dari program yang dibuat. Sekaligus mencari solusi atas keluhan yang dialami petugas di lapangan.

"Evaluasi sifatnya ada yang satu bulan sekali, enam bulan sekali, bahkan sebulan dua kali. Semuanya tergantung pada kebutuhan," terang perempuan berhijab itu.

Sementara itu, tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) sekaligus koordinator Puskesos Kecamatan Sukun Ario Rahmono menambahkan, kegiatan evaluasi tersebut dinilai sangat penting untuk meningkatkan kinerja para relawan puskesos. Sebab,  selalu ada beberapa informasi baru berkaitan dengan bantuan sosial yang butih selalu diperbarui dan disosialisasikan di  masing-masing kelurahan.

"Pasti akan ada banyak perubahan aturan dan pembaruan informasi yang perlu disampaikan. Sehingga sosialisasi ini sangat penting," ucapnya.

 

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close