Ratusan KK di Kota Malang Dicoret dari Daftar Keluarga Penerima Manfaat PKH

Senin, 22-07-2019 - 13:47 WIB Ilustrasi (istimewa) Ilustrasi (istimewa)

JATIMTIMES, MALANG – Ratusan KK (kepala keluarga) di Kota Malang dicoret dari daftar keluarga penerima manfaat (KPM) PKH (program keluarga harapan). Alasannya, nama yang dicoret tersebut sudah tak memenuhi kualifikasi yang telah ditetapkan seperti ibu hamil, lanjut usia (lansia), anak sekolah, dan penyandang disabilitas.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial ( Dinsos) Kota Malang Tri Sukma Widayati menyampaikan, pencoretan lumrah dilakukan setelah adanya verifikasi dan pendataan ulang di lapangan. Biasanya, pencoretan dilakukan lantaran nama yang bersangkutan sudah meninggal dunia, pindah rumah atau domisili, sudah lulus sekolah, atau sudah mampu.

"Dan itu sudah tidak memenuhi kualifikasi. Ketika seperti itu, maka yang bersangkutan namanya dicoret. Kami sudah lakukan verifikasi di lapangan. Dan ketika ada nama yang dicoret kembali dimasukkan, maka akan kembali dicoret," jelasnya kepada MalangTIMES, Senin (22/7/2019).

Sesuai hasil verifikasi terakhir yang dilakukan, tercatat ada ratusan KPM yang dicoret. Jumlahnya pun merata di lima kecamatan Kota Malang. Sementara data terakhir yang baru di-update dalam verifikasi kedua saat ini ada 9.729 KPM PKH yang terdaftar. Angka tersebut lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya yang menyentuh angka 10 ribu lebih penerima manfaat. "Penerima manfaat terbanyak ada di Kecamatan Kedungkandang dan Sukun," imbuh dia.

Sementara itu, tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) Ario Rahmono menambahkan, proses verifikasi ke tingkat kelurahan sudah rampung dilakukan. Dalam verifikasi tersebut, tim terjun langsung untuk melihat kondisi di lapangan.

Ketika nama yang bersangkutan teridentifikasi mampu dan tidak memenuhi kualifikasi KPM PKH, maka langsung dicoret. Sementara jika masih memenuhi kualifikasi untuk mendapat bantuan dari pemerintah, maka nama tersebut akan didata kembali.

"Jadi, tergantung hasil verifikasi. Jika yang bersangkutan itu sudah mampu dan tak memenuhi kualifikasi, langsung dicoret. Tapi jika tidak, akan kembali dimasukkan," ucapnya.

 

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close