Wali Kota Tidak Batasi Jumlah Toko Modern

Senin, 22-07-2019 - 13:52 WIB Wali Kota Malang Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES) Wali Kota Malang Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Terus bermunculan pendirian toko modern atau minimarket di Kota Malang belakangan ini. Pertambahan toko modern itu memang tidak terikat aturan pembatasan jumlah.

Hal tersebut  juga dijelaskan dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Malang No 8 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Usaha Perindustrian dan Perdagangan. Salah satunya berkaitan dengan jarak yang tidak boleh berdekatan dengan pasar tradisional.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan bahwa pembatasan jumlah minimarket di Kota Malang tidak diberlakukan. Tapi pemkot selalu mengacu pada Perda No 8 Tahun 2010 dalam melakukan penertiban bagi berdirinya bangunan minimarket.

"Ada (pembatasan). Pembatasan jumlah tidak. Tapi pembatasan jarak yang ada. Itu sudah ada dalam perda. Namanya perda, ya produk hukum. Itu produknya masyarakat," ujar dia.

Terkait pengusaha toko modern yang hanya bermodal online single submission (SOS) dan menganggap seolah izin pendirian bangunan sebagai izin operasional, pria yang akrab disapa Aji ini menjelaskan,  OSS belum bisa mencerminkan perda. Hal itu masih sebatas ketentuan umum saja.

"OSS itu kan ketentuan-ketentuan umum ya. Di perda kita itu ditentukan khusus. Contohnya, bagaimana dia (toko modern) sudah ada pendampingan dengan UMKM sekitarnya. Kemudian bagaimana jaraknya dengan pasar tradisional," kata Sutiaji.

Namun, terhadap beberapa toko modern yang hanya mengantongi OSS dan sudah terlanjur beroperasi, politisi Demokrat tersebut dengan tegas akan segera melakukan pembenahan secara bertahap. Salah satunya, tahap awal yang akan dilakukan yakni dengan menginventarisasi jumlah toko modern yang tidak taat aturan tersebut.

"Pelan-pelan ya, akan kami inventarisasi dulu, terutama yang dekat dengan pasar tradisional itu sambil kita komunikasi dengan general manager (GM)-nya. Mungkin you bukan di sini. Kami carikan nanti di mana untuk pengembangan karena mereka juga mengambil tenaga kerja. Dan segera itu akan kami benahi," pungkas dia.

Pewarta : Arifina Cahyati Firdausi
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close