Jadi Juara Umum, Tuan Rumah UIN Malang Rebut 22 Medali di PIONIR 2019

Senin, 22-07-2019 - 18:40 WIB UIN Malang menjadi juara umum dalam PIONOR ke-9 2019. (Foto: Humas) UIN Malang menjadi juara umum dalam PIONOR ke-9 2019. (Foto: Humas)

JATIMTIMES, MALANG – Event akbar Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-9 telah resmi berakhir Sabtu lalu (20/7/2019). Perhelatan bergengsi ini berjalan lancar dari awal hingga akhir.

Kontingen tuan rumah yakni Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Malang) dinyatakan sebagai peraih Juara Umum. 

Tim kampus logo Ulul Albab berhasil mengumpulkan 22 medali dengan rincian 10 emas, 5 perak, dan 7 perunggu.

Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg memberikan apresiasi tertinggi bagi seluruh peserta PIONIR 2019. 

Apresiasi ini diberikan karena ia menilai peserta PIONIR sangat sportif dan berkomitmen.

Komitmen juga ditunjukkan dengan tidak berkurangnya peserta dari pembukaan hingga penutupan. 

Tercatat 3292 atlet dan 704 official pendamping tetap ada di UIN Malang.

“Ini tanda kita komitmen dan serius dalam menyukseskan PIONIR,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan laporannya bahwa event bergengsi milik Kementerian Agama Republik Indonesia ini merebutkan 201 medali. 

Medali tersebut dibagi ke dalam beberapa cabang lomba. Yakni 12 kategori olahraga, 13 kategori seni, 7 kategori ilmiah, dan 4 kategori riset.

Pada PIONIR kali ini, UIN Sunan Ampel Surabaya menempati posisi kedua dengan perolehan 7 medali emas. 

Sementara itu di posisi ketiga ditempati UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan 5 medali emas.

Sekretaris Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Dr Imam Syafi’i MPd pun secara resmi menutup PIONIR ke-9 ini di Lapangan Utama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Sabtu malam lalu (20/7/2019).

Dalam sambutannya, Imam berharap agar kampus tetap mendukung penuh para atlet yang sudah mengerahkan tenaga untuk nama kampusnya. 

Sehingga nantinya, para atlet tak hanya bisa berlaga di event antar PTKIN namun di event nasional dan juga internasional.

“Yang pasti, jangan cuma jago kandang,” tegas pria asal Jember ini.

Pemilihan ‘Spirit of Unity’ sebagai tema PIONIR 2019, menurut Imam, sungguh filosofis. 

Dengan tema itu, ia ingin para atlet PTKIN bisa menjadi pemenang tanpa merasa mengalahkan, maju tanpa meninggalkan, dan juga merasa di atas tanpa menindas.

“Yang menang jangan terlalu bangga. Yang kalah jangan mengeluh,” tukasnya.

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close