Cabuli Anak SMP Dalam Dua Hari Berturut-turut, Berikut Pengakuan Tersangkanya

Rabu, 21-08-2019 - 19:56 WIB Supriadi (pakai topeng) tersangka kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur saat dimintai keterangan penyidik UPPA Satreskrim Polres Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES) Supriadi (pakai topeng) tersangka kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur saat dimintai keterangan penyidik UPPA Satreskrim Polres Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Dengan kepala tertunduk, Supriadi warga Kelurahan Lemahputro, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo hanya bisa pasrah saat digelandang polisi ke ruang penyidikan UPPA (Unit Pelayanan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Malang, Rabu (21/8/2019) sore.

Seperti yang sudah dijelaskan dalam pemberitaan sebelumnya, Supriadi diringkus polisi pada awal pekan lalu lantaran kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur. Sebut saja namanya Jelita, warga Desa Girimoyo, Kecamatan Karangploso.

Berdasarkan hasil penyidikan polisi, remaja 16 tahun itu dicabuli tersangka selama dua kali. Mirisnya, aksi pencabulan yang dialami pelajar kelas 2 SMP (Sekolah Menengah Pertama) itu, terjadi dalam dua hari secara berturut-turut. ”Saya kenal dia (Jelita) pada hari Minggu (18/8/2019) lalu. Saya ketemu korban pas pergi ke warung untuk beli minyak,“ kata pria yang akrab disapa Pri ini kepada MalangTIMES.com.

Dengan nada terbata-bata, pria 56 tahun itu mengaku jika aksi pencabulan yang disangkakan kepadanya dilakukan atas dasar suka, dan demi memenuhi kebutuhan biologisnya. ”Saya sudah menikah, tapi belum punya anak. Saya merantau kesini (Malang) untuk mencari uang dengan cara mengamen,” terangnya.

Meski demikian, tersangka membantah jika apa yang diperbuatnya adalah karena unsur keterpaksaan. Pria yang berusia lebih dari kepala lima ini, mengaku jika aksi pencabulan dilakukan atas dasar suka sama suka. ”Ya baru kenalan, terus diajak gitu (pencabulan) mau,” sambung Pri.

Pihaknya menambahkan, aksi pencabulan yang dilakukan terhadap Jelita terjadi sebanyak 2 kali. Dimana kejadian pertama terjadi pada Minggu (18/8/2019). Saat itu pelaku mengajak Jelita ke gubuk di sebuah ladang yang tidak jauh dari rumah korban. ”Saya di Malang nge-kost, sedangkan korban tinggal di sebelah kost saya. Pas baru kenalan itu, saya ajak gitu dia mau dan langsung saya bawa ke gubuk yang ada sekitar rumah korban,” ungkap Pri.

Saat situasi sepi, lanjutnya, tersangka langsung mengerayangi (maaf) payudara dan tubuh Jelita. Tidak hanya itu saja, pelaku juga memaksa korban agar memegang kemaluannya. ”Dua kali, setelah melakukan itu saya kasih uang Rp 5 ribu,” jawab tersangka saat ditanya wartawan terkait berapa kali dirinya mencabuli korban.

Diperoleh keterangan, terungkapnya kasus ini bermula dari salah satu warga yang memergoki tersangka sedang mencabuli Jelita untuk kedua kalinya, yakni Senin (19/8/2019) lalu. Disaat bersama, massa yang geram juga sempat menghajar tersangka sebelum akhirnya dilaporkan ke perangkat desa dan dilanjutkan ke pihak kepolisian.

Hingga berita ini ditulis, polisi masih terus mendalami kasus pencabulan yang dialami anak di bawah umur tersebut. Guna kepentingan penyidikan, satu set pakaian yang dikenakan korban saat dirinya mengalami pencabulan juga disita petugas sebagai barang bukti.

Belakangan diketahui, meski dinyatakan sehat namun korban mengalami kondisi yang sedikit terlambat saat berfikir. Hal inilah yang diduga jika korban hanya bisa pasrah saat dicabuli oleh Supriadi.

Kanit UPPA Satreskrim Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana mengaku masih terus menggali keterangan dari beberapa saksi. Selain itu korban juga masih dalam pengawasan penyidik. Sebab ada dugaan jika perbuatan pencabulan yang dilakukan tersangka terjadi lebih dari 2 kali.

Akibat ulahnya tersebut, polisi menjerat pelaku dengan pasal 82 juncto pasal 76E Undang-undang nomor 35 tahun 2014 atas perubahan Undang-undang nomor 23 tahun 2012 tentang perlindungan anak. Dengan ancaman kurungan penjara maksimal 15 tahun. ”Terhadap tersangka saat ini statusnya sudah kami lakukan penahanan,” tukas Yulistiana.

Pewarta : Ashaq Lupito
Editor : A Yahya
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close