Kali Kelima, Pemkot Kediri Terima Penghargaan Wahana Tata Nugraha

Senin, 16-09-2019 - 10:01 WIB Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah usai menerima penghargaan di Jakarta. (foto /ist) Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah usai menerima penghargaan di Jakarta. (foto /ist)

JATIMTIMES, KEDIRI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri untuk kali kelima  menerima penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN). 

 WTN sendiri merupakan penghargaan dari Pemerintah Republik Indonesia kepada pemerintah daerah, baik provinsi dan kota/kabupaten, di bidang lalu lintas, angkutan dan keselamatan jalan.

Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi kepada Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu (15/9). Tahun ini Pemkot Kediri meraih WTN pada kategori WTN dengan catatan.

Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya menuturkan, penghargaan ini merupakan upaya pembinaan dari Kementerian Perhubungan kepada pemerintah daerah agar memenuhi kriteria bagi penyelenggaraan pelayan transportasi dan fasilitas publik.

"Baru saja menyerahkan penghargaan Wahana Tata Nugraha untuk pemerintah provinsi, kota, dan kabupaten. Ini adalah upaya pembinaan bagi Kemenhub agar semua pihak itu memenuhi kriteria-kriteria yang kita berikan. Ada yang sudah maksimal, namun ada juga yang belum maksimal dan ini kami pantau setiap dua tahun sekali," ungkap nya.

Budi Karya menambahkan, penghargaan WTN dianggap dapat menunjukkan peningkatan kinerja di daerah. "Sejauh ini apa yang kita lakukan relatif cukup baik. Oleh karenanya, dengan upaya memberikan evaluasi setelah dua tahun, ini menunjukkan peningkatan kinerja di setiap provinsi, kabupaten, kota. Peningkatan ini penting karena ekspektasi Pak Presiden bahwa kinerja kota-kota ini harus didukung dan didorong dengan suatu mekanisme dan evaluasi," papar menhub.

Usai menerima penghargaan, Wakil Wali Kota Kediri Lilik Mubibbah mengungkapkan rasa syukur atas diterimanya WTN ini. "Anugerah ini menginspirasi untuk terus mengembangkan transportasi yang lebih baik lagi," ujarnya.

Kedepan, wanita yang akrab disapa Ning Lik ini berharap agar pencapaian ini ditingkatkan. "Semoga tahun depan mendapat yang lebih baik, yakni bisa meraih WTN tanpa catatan. Dan ke depan tersedianya angkutan masal di Kota Kediri," ucapnya.

Dari 145 peserta WTN seluruh Indonesia, sebanyak 77 kota/kabupaten yang mendapat piala WTN ini. Salah satunya adalah Kota Kediri. 

Keberhasilan ini karena Kota Kediri memiliki beberapa program unggulan. Di antaranya traffic ber-ATCS di 17 simpang, angkutan kota dan bus sekolah yg bersubsidi khusus pelajar, angkutan anak berkebutuhan khusus (ABK), sosialisasi keselamatan berlalu lintas pada remaja di usia produktif dan pengguna jalan, memiliki rute aman selamat sekolah (RASS), aplikasi traker dan SIM lalu lintas.

Penghargaan WTN diberikan berdasarkan hasil penilaian terhadap kinerja penyelenggaraan sistem transportasi perkotaan dengan objek penilaian melalui lima bidang. Adapun lima bidang yang dinilai itu adalah bidang lalu lintas dengan bobot nilai 20 persen, bidang angkutan umum dengan bobot nilai 15 persen, bidang sarana transportasi darat dengan bobot nilai 25 persen, bidang prasarana transportasi darat dengan bobot nilai 15 persen dan bidang umum dengan bobot nilai 25 persen.

Penilaian penghargaan WTN pada tahun ini diselenggarakan selama 5 hari yang dimulai pada tanggal 22- 26 April 2019. Anggota tim penilai penghargaan WTN 2019 ini merupakan perwakilan dari Kemenhub, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera), Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), akademisi, dan pakar transportasi.

Pewarta : Eko Arif Setiono
Editor : Yunan Helmy
Sumber : Kediri TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close