Tragis, Seorang TKI Diamuk Gajah di Gabon Afrika, Begini Kondisinya

Selasa, 07-08-2018 - 18:29 WIB Putra Munangim, M. Syaifurrohman menunjukkan foto almarhum Munangim (foto: Joko Pramono/TulungagungTIMES) Putra Munangim, M. Syaifurrohman menunjukkan foto almarhum Munangim (foto: Joko Pramono/TulungagungTIMES)

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Tulungagung meninggal dunia di Gabon, Afrika lantaran diamuk gajah. Ia adalah Munangim (laki-laki, 48 tahun) warga Dusun Besinan RT. 3 RW. 2 Desa Ngantru Kecamatan Ngantru. Munangim diketahui bekerja di perkebunan kelapa sawit di Negara Gabon, Afrika sejak satu tahun yang lalu.

Kabar tentang meninggalnya Munangim pertama kali diketahui oleh Iswarin (laki-laki, 56 tahun). Iswarin yang merupakan kakak Munangim diberitahu oleh kerabatnya yang ada di Jember bahwa adik bungsunya itu telah meninggal dunia saat bekerja lantaran diamuk gajah liar.

“Pertama kali diberitahu oleh kakak saya yang berada di Jember sekitar jam 8 malam (Senin, 6/8), lalu saya sampaikan pada adik saya Subakir (laki-laki, 53 tahun) yang ada di Tulungagung,” ungkap Iswarin.

Bungsu dari tujuh bersaudara itu diketahui sedang membersihkan rumput di areal perkebunan saat diamuk oleh kawanan gajah liar. Munangim tidak sempat melarikan diri saat kawanan gajah itu mengamuk, sedang ke 16 rekan kerjanya lari menyelamatkan diri.

“Ada 17 pekerja, saat datang kawanan gajah teman lainnya menyelamatkan diri, sedang adik saya tidak berhasil menyelamatkan diri,” imbuh Iswarin.

Saat ini proses pemulangan jenazah Munangim sedang diurus oleh tekong (orang yang memberangkatkan TKI).  Tampak suasana duka di kediaman Munangim.

“Katanya sedang diurus oleh tekongnya,” tuturnya lebih lanjut.

Meski  sedang berduka, keluarga tampak ikhlas menerima kepergian Munangim yang mendadak. Putra sulung Munangim, Muhammad Syaifurrohman sebelum menerima kabar duka yang menimpa ayahnya mempunyai firasat yang tidak biasa. Seakan ada pertanda duka yang akan menimpa salah satu keluarganya.

“Mau ngapa-ngapain gak enak,” ujar Syaifurrohman.

Meski kejadian sudah terjadi Senin (6/8) kemarin, dirinya baru menerima kabar itu pagi tadi dari pamannya, Subakir.

“Tahunya baru tadi pagi diberitahu Pak Dhe (Subakir-red),” imbuhnya.

Subakir sendiri tidak langsung memberitahu kejadian nahas yang menimpa adiknya pada keluarganya. Dirinya beralasan keluarga nanti kaget jika diberi tahu langsung.

“Saya dudukan dan beri minum dulu biar tidak kaget,” ujar Subakir.

Saat mendengar kabar itu, Istri Munangim, Siti Marianah sempat shock dan tidak bisa diajak bicara. Istrinya tidak menyangka suami tercintanya meninggalkannya dengan tiba-tiba.

“Awalnya shock dan tidak bisa diajak bicara mendengar kabar itu,” ujar Subakir.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close