Bahan Baku Kripik Tempe Sanan Ternyata Impor dari Amerika

Kamis, 09-08-2018 - 19:46 WIB Kedelai untuk produksi keripik tempe Sanan. (Foto: Hezza Sukmasita/MalangTIMES) Kedelai untuk produksi keripik tempe Sanan. (Foto: Hezza Sukmasita/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Industri Pembuatan Tempe dan Keripik Tempe Sanan sudah puluhan tahun berdiri dan menjadi ikon bagi Kota Malang.

Meski telah lama berdiri rupanya industri ini tidak menggunakan kedelai lokal melainkan mengimpor dari Amerika.

Permasalahan ini diungkapkan oleh Ketua Paguyuban Industri Kripik Tempe Sanan Muhammad Arif.

Dirinya mengungkapkan permasalahan pada kedelai lokal bukan pada kualitas kedelai, melainkan pada kemampuan kedelai untuk mengembang.

“Sebenarnya kita lebih suka kedelai lokal, tapi harganya agak lebih mahal dan untuk proses produksi jadi sedikit lebih rumit. Kedelai ini jika diolah daya rekahnya kurang sehingga airnya masih banyak,” jelas Arif.

Lebih lanjut Arif menjelaskan, dari permasalahan tersebut membawa dampak bagi industri Keripik Tempe Sanan sehingga tidak mampu meraup lebih banyak keuntungan.

Sebab, dengan jenis kedelai yang minim daya rekah membutuhkan lebih banyak kedelai untuk membuat keripik tempe.

“Selain itu kita pernah coba pakai kedelai lokal. Saat itu panen raya untuk kedelai, tapi rupanya saat panen tidak mencukupi untuk kebutuhan kedelai di Sanan,” imbuhnya usai menerima tamu studi banding dari Dinas Perindustrian Kabupaten Ponorogo di Koperasi Keripik Tempe Sanan, Kamis (9/8/2018).

Dalam sehari kampung Sanan memerlukan sedikitnya 30 ton kedelai untuk produksi. Sedangkan berdasarkan perhitungan Arif jumlah kedelai kala panen saat itu hanya mencukupi untuk produksi selama tiga bulan saja.

Pewarta : Hezza Sukmasita
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close