CCTV Bongkar Aksi Pencurian Dua Pedagang Sayur

Jum'at, 10-08-2018 - 14:13 WIB Polisi menunjukkan dua roll seng talang curian pelaku dari toko bangunan dan barang bukti aksi mereka yang terekam CCTV. (Foto:M. Dona Doni/BlitarTIMES) Polisi menunjukkan dua roll seng talang curian pelaku dari toko bangunan dan barang bukti aksi mereka yang terekam CCTV. (Foto:M. Dona Doni/BlitarTIMES)

JATIMTIMES, BLITAR – Pulang kerja ingin dapat setoran banyak, dua pedagang sayur mencuri talang seng. Aksi mereka mencuri talang di toko bangunan terekam CCTV sehingga dua pria itu diciduk polisi.

Dua pedagang itu adalah Gangsar Ihsan (49), warga Kelurahan Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, dan Nurid (48) warga Pakisaji, Kabupaten Malang. Keduanya kini ditahan di Mapolres Blitar Kota.

Wakapolres Blitar Kota Kompol Widarmanto dalam press release Jumat (10/8/2018) mengungkapkan, kasus pencurian ini diketahui dari laporan Toko Bangunan Rizki Abadi di Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Pegawai toko mengaku kehilangan talang seng dagangannya pada Senin (23/7/2018) sore pukul 16.00.

“Setelah mereka melapor dua rol talangnya hilang, petugas reskrim melakukan olah TKP. Ternyata kami temukan kejadian pencurian itu terekam CCTV toko. Dari situ kami ketahui talang diangkut pelaku pakai mobil pikab Daihatsu N-8893-KF. Dari melihat kendaraan ini, kami lacak dan ketemu lokasi pelaku tinggal,” ungkapnya.

Lanjut Widarmanto, modus pencurian yakni pelaku melakukan survei terlibih dahulu. Pelaku melihat satu per satu toko yang terlihat sepi. Dan di toko sepi inilah pelaku melancarkan aksinya mengambil barang di toko ini tanpa diketahui pemiliknya. “Dan dengan cara ini ternyata pelaku mengaku telah berhasil melakukan empat kali pencurian di empat toko yang ada di Blitar,” ujarnya.

Akibat pencurian ini, para pelaku diancam pasal 363 KUHP. Dari pencurian dua buah roll talang seng, toko ini merugi sebesar Rp 2.850.000. “Hukumannya lima tahun penjara,” kata wakapolres.

Sementara, pelaku ini mengaku mencuri tujuannya untuk menambah penghasilan. Mereka setiap pagi mengirim sayuran-sayuran dari wilayah Malang ke Blitar.

Daripada pulang tidak bawa apa-apa, mereka memilih mengangkut barang-barang temuan di jalan untuk dibawa dan dijual kembali di rumah. “Jadi. daripada pikal kosong, kami angkut barang,” ucap salah satu pelaku pencurian.

Mereka mengaku memilih toko banguanan sebagai sasarannya lantaran rata-rata toko ini sepi. Mereka sempat berhasil mencuri empat kali. “Karena sepi toko banguanan, saya ambil talang di toko bangunan sudah 4 kali,” ucapnya. (*)

Pewarta : Meidian Dona Doni
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Blitar TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close