Pelototi Anggaran, DPRD Minta Pemkab Banyuwangi Optimalkan PAD

Jum'at, 10-08-2018 - 14:52 WIB Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyerahkan nota KUA-PPAS kepada Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Joni Subagio dan disaksikan pimpinan DPRD Banyuwangi. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyerahkan nota KUA-PPAS kepada Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Joni Subagio dan disaksikan pimpinan DPRD Banyuwangi.

JATIMTIMES, BANYUWANGI – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Banyuwangi melakukan pembahasan kebijakan umum anggaran serta prioritas dan plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) di tingkat internal Jumat (10/8/18). Pembahasan ini merupakan tindak lanjut dari rapat kerja komisi-komisi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) mitra kerjanya.

Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Joni Subagio mengatakan, Banggar sudah menyusun poin-poin penting yang akan dibahas bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). “Setelah rapat Banggar ini, Banggar akan mengelar rapat pembahasan KUA-PPAS bersama TAPD Senin mendatang,” ujarnya ditemui usai melakukan rapat internal Banggar.

Politisi PKB ini menyatakan, DPRD Banyuwangi mendorong eksekutif untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) tahun depan. Dia menilai peningkatan PAD merupakan syarat mutlak untuk meningkatkan kemandirian fiskal daerah. Sehingga program pembangunan di Bumi Blambangan dapat terlaksana dengan baik.

Mengenai proyeksi penurunan pendapatan daerah, Joni menyebut DPRD akan mendorong agar PAD sebagai salah satu item penyumbang pendapatan daerah terus naik. Joni menyatakan upaya optimalisasi dengan pemasangan alat pencatat pajak elektronik (e-tax) yang dilakukan di rumah makan dan restoran di Banyuwangi mulai membuahkan hasil. “Sudah ada kenaikan PAD. Namun karena masih baru, kenaikannya belum signifikan. Ke depan, DPRD akan memonitor bersama dengan OPD,” pungkasnya.

Sebelumnya, eksekutif dan legislatif mulai membahas KUA-PPAS. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas telah menyampaikan nota pengantar KUA-PPAS pada forum rapat paripurna DPRD akhir bulan lalu tepatnya 23 juli 2018. Berdasarkan nota KUA-PPAS yang disampaikan Bupati Abdullah Azwar Anas, pendapatan daerah di tahun 2019 diproyeksi sebesar Rp 2,13 triliun. Angka ini berkurang sebesar Rp 851,9 miliar atau setara 28,58 persen dibandingkan pendapatan daerah yang ditetapkan dalam APBD 2018 sebesar Rp 2,98 triliun. (*)

Pewarta : Muhammad Hujaini
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Banyuwangi TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close