Tulungagung Ketati Hewan Kurban dari Luar Kota

Jum'at, 10-08-2018 - 19:14 WIB Petugas lakukan pemeriksaan pada hewan kurban di pasar sapi / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES Petugas lakukan pemeriksaan pada hewan kurban di pasar sapi / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Petugas kesehatan hewan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung mulai mendatangi pasar-pasar hewan. Mereka memerika sapi maupun kambing yang akan dijadikan hewan kurban.

"Pemeriksaan mulai dari gigi, mata, pernafasan, bentuk tubuh dan dubur," ungkap Kabid Kesehatan Hewan, Dinas Pertenakan dan Kesehatan Hewan, Mulyanto 

Dia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan persiapan kurban hingga pelaksanaan penyembelihan.

“Hari ini kami lakukan pemerikaan di Pasar Hewan Beji, sebelumnya kali di Pasar Wage Ngunut, Pasar Kliwon Karangrejo, Ngantru dan beberapa pasar lainnya,” terangnya 

Mulyanto menambahkan, pemeriksaan hewan korban itu untuk memastikan kesehatan calon hewan yang akan dikurbankan. Syarat hewan kurban sesuai syariah Islam, harus dalam keadaan sehat. “Jangan sampai ada hewan sakit dikurbankan, itu melanggar syariat,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan petugas hingga saat ini, baik sapi maupun kambing, semua dinyatakan dalam kondisi sehat. "Usia hewan kurban juga sudah dewasa berdasarkan pemeriksaan gigi," jelasnya 

Selain memerika kondisi hewan di pasar, Mulyanto juga mengerahkan tenaga kesehatan hewan untuk memeriksa hewan kurban yang dijual di jalan-jalan. “Pemeriksaan dilakukan di semua kecamatan. Saya sudah minta petugas memeriksa setiap lokai penjualan hewan kurban,” tutur Mulyanto.

Di Tulungagung persediaan hewan korban sekitar 11.000 sapi dan 19.000 kambing. 

Jumlah itu untuk kebutuhan lokal dan juga untuk permintaan luar kota, seperti ke Surabaya. 

Secara prinsip Kabupaten Tulungagung tidak membutuhkan hewan kurban dari luar wilayah. Dinas Peternakan juga memberlakukan aturan ketat untuk hewan yang berasal dari daerah lain. “Harus ada dokumen kesehatan hewan kalau mau masuk ke Tulungagung. Tanpa itu akan kami tolak,” tegasnya.  

Pemeriksaan hewan kurban juga dilakukan saat pelaksanaan penyembelihan. Petugas akan diturunkan ke tempat-tempat penyembelihan, seperti di Masjid Agung.

Pemeriksaan dilakuka saat penyembelihan dikarenakan sejumlah penyakit hewan tidak bisa dideteksi dari ciri-ciri fisik saat masih hidup. “Cacing hati misalnya, tidak bisa kita deteksi dari bentuk fisik hewan. Kita harus pastikan tidak ada penularan penyakit dari hewan ke manusia,” pungkasnya 

Pewarta : Anang Basso
Editor : A Yahya
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close