Semalam Suntuk, Kreativitas Santri UIN Malang Gemparkan Kampus Lewat Muwadda'ah Ma'had Sunan Ampel Al Aly

Sabtu, 25-05-2019 - 15:12 WIB Pembukaan acara Muwadda Pembukaan acara Muwadda'ah Ma'had Sunan Ampel Al Aly di Gedung SC UIN Malang. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Ada yang berbeda dengan suasana di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) semalam, Jum'at (24/5). 

Usai salah tarawih, sekitar pukul 21.00 WIB, 3.000 lebih mahasiswa UIN Malang memadati gedung Sport Center (SC) UIN Malang. 

Mereka adalah para santri ma'had dan juga alumni ma'had.

Malam itu para santri dan juga alumni menghadiri acara Muwadda'ah Ma'had Sunan Ampel Al Aly. 

Panggung megah dan lampu sorot warna-warni serta suara musik nusantara membuat suasana meriah.

Ulfa Khoirotun Nisa for MalangTIMES

Sejumlah 250 santri pilihan hasil seleksi dari 3.500 santri menyuguhkan penampilan terbaiknya. 

Yang mereka tampilkan mulai dari tari-tari nusantara, ada lagu-lagu Timur Tengah Al Banjari, drama, perkusi, musikalisasi hadis, pembacaan Quran, dan masih banyak lagi. 

Lantaran bertepatan dengan Ramadan, acara itu dimulai sejak pukul 9 malam hingga menjelang sahur.

Direktur Ma'had Sunan Ampel Al Aly UIN Malang, Dr H Akhmad Muzakki MA mengatakan, seluruh elemen yang disajikan dalam pertunjukan malam itu merupakan 100 persen dari para santri. 

Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg saat memberi sambutan

Tidak hanya penampilannya, namun hingga lighting, dekorasi panggung 3Dnya, dan lain sebagainya.

"Ini adalah malam kreativitas mahasantri. Jadi adik-adik mahasantri yang di pondok ini selama 1 tahun, kemampuan apa yang mereka miliki, bakat apa yang dimiliki, skill apa yang dimiliki, itu diseleksi oleh panitia dalam waktu 3 bulan untuk bisa tampil malam ini," terangnya kepada MalangTIMES.

Sebelumnya, santri-santri yang tampil ini dibina oleh kakak-kakak kelas yang dulu juga pernah jadi santri dan pernah mengisi acara rutinan ini. 

Nah, inilah puncaknya. Seluruh kreativitas mahasiswa dimaktubkan dalam penampilan malam itu.

"Yang jelas nuansanya masih nuansa islami, tidak seperti yang lain," tandasnya.

Perlu diketahui, penyaluran kreativitas ini tidak hanya berakhir pada malam itu saja. 

Para santri nanti akan tetap dibina melalui Unit Penunjang Kreativitas Mahasantri (UPKM) yang di dalamnya terdapat macam-macam pembinaan mulai dari Jam'iyah Dakwah wa al Fann al Islamy (JDFI), eL-Ma'rifah (jurnalistik), Halaqah Ilmiah, dan lain-lain.

"Jadi bakat mereka 4 tahun selama studi di sini tetap tersalurkan di situ," imbuhnya.

Jadi, bisa dibilang ma'had UIN Malang adalah pesantren yang modern. Pantas saja jika UIN Malang diapresiasi oleh dunia lantaran konsep integrasinya.

Untuk diketahui, UIN Malang dikenal sebagai pelopor dalam upaya untuk mengintegrasikan antara science, teknologi, seni, dan agama. 

Dan itu diwujudkan dalam bentuk mengintegrasikan dua lembaga, yakni lembaga pendidikan pesantren dan lembaga pendidikan tinggi.

Melalui dua lembaga ini, maka UIN menghasilkan orang-orang yang mempunyai kedalaman spiritual dan keagungan akhlak, selain itu juga menghasilkan keluasan ilmu dan kematangan profesional.

"Visi kita ini kedalaman spiritual dan keagungan akhlak. Bagaimana itu tercapai selama satu tahun di pesantren ini. Pesantren kita pesantren modern, bakat kemampuan anak-anak itu bisa tersalurkan," beber Muzakki.

Tak hanya lihai dalam berkreativitas, para santri itu pun sudah tahfidz 30 juz Alquran, dan itu diwajibkan. Integralistik antara ma'had dengan universitas.

"Inilah tujuan kita, mencetak kampus kita menjadi generasi Ulul albab. Punya kekokohan intelektual dan kemantapan aqidah," pungkasnya.

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close