Mengecat Makam Anak, Seorang Purnawirawan TNI Asal Singosari Meninggal Dunia di Nisan

Sabtu, 25-05-2019 - 21:32 WIB Kondisi jenazah Rokim saat ditemukan meninggal di atas makam anaknya, Kecamatan Singosari (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES) Kondisi jenazah Rokim saat ditemukan meninggal di atas makam anaknya, Kecamatan Singosari (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Suasana duka menyelimuti keluarga besar Rokim warga Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari. Usai ditinggal anaknya meninggal dunia, Rokim akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya, di atas makam sang anak, Sabtu (25/5/2019).

“Korban ditemukan meninggal dunia, dengan kondisi duduk serta menyanderkan kepalanya di atas makam anaknya, yang berlokasi di TPU (Tempat Pemakaman Umum), Dusun Mbiru, Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari,” kata Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah.

Kejadian itu diketahui pertama kali oleh Minto warga yang tinggal disekitar TPU Dusun Mbiru. Sesaat sebelum mengetahui Rokim meninggal, tepatnya sekitar pukul 08.00 waktu setempat, saksi yang saat itu melintas di sekitar kawasan pemakaman melihat korban sedang mengecat makam istri dan anaknya.

Sekitar 1,5 jam kemudian, Minto yang kembali melintas di sekitar kawasan TPU, melihat korban dalam kondisi duduk telungkup, dengan posisi kepalanya bersandar di atas makam anak perempuannya, yang diketahui bernama Etik Priastuti. “Saksi semula menduga jika korban sedang beristirahat karena kelelahan. Namun hingga menjelang sore, korban nampak tidak beranjak dari posisi semula,” sambung anggota polisi yang akrab disapa Ainun ini.

Merasa ada yang tidak wajar, saksi akhirnya memutuskan untuk mendekati korban. Ketika disapa dengan cara menyebut namanya berkali-kali, Rokim tetap tidak beranjak dari posisinya.

Hingga akhirnya, kakek yang kini berusia 60 tahun itu, memberanikan diri untuk mengecek kondisi korban. Ketika diperiksa, denyut nadi korban sudah tak berdetak. Mengetahui hal ini, Minto akhirnya bergegas melaporkan kepada warga dan perangkat desa setempat, sebelum akhirnya dilanjutkan ke pihak kepolisian.

Mendapat laporan, petugas gabungan dari Polsek dan Koramil Singosari, serta tim medis dari puskesmas setempat, dikerahkan ke lokasi kejadian. “Berdasarkan keterangan medis, tidak ditemukan adanya bekas penganiayaan di tubuh korban. Diduga kuat, penyebab kematian korban lantaran penyakit kronis serta merasa depresi akibat ditinggal anaknya meninggal dunia pada awal bulan mei lalu,” terang perwira polisi dengan tiga balok di bahu ini.

Dugaan tersebut diperkuat dengan hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), serta berbagai keterangan saksi yang dihimpun polisi. Berdasarkan kesaksiannya, pihak keluarga membenarkan jika semasa hidupnya korban memang memiliki riwayat penyakit jantung dan komplikasi.

Kondisi kesehatan kakek 70 tahun itu kian memburuk, setelah ditinggal anak perempuannya meninggal dunia. Hal inilah yang diduga kuat membuat penyakit jantung yang diidap purnawirawan TNI - AU itu, kambuh saat mengecat makam anaknya.

“Atas kejadian ini, pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi serta bersedia membuat surat pernyataan. Usai dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk proses pemakaman,” tutup mantan Kasat Binmas Polres Malang ini.

Pewarta : Ashaq Lupito
Editor : A Yahya
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close