Terkendala Investor, Sejumlah Pasar Tradisional di Kota Malang Masih Mangkrak

Rabu, 19-06-2019 - 16:09 WIB Wali Kota Malang Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES) Wali Kota Malang Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Mangkraknya sejumlah pasar tradisional di Kota Malang yang tak kunjung dibenahi masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang tak kunjung menemui solusi pasti. Seperti Pasar Blimbing, Pasar Gadang, hingga Pasar Besar.

Problematika selama ini, lantaran pasar tradisional tersebut masih ada yang terkendala investor. 

Mengingat, ketiga pasar tersebut sebelumnya terikat perjanjian kerjasama dengan pihak ketiga.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan permasalahan pasar tradisional masih terus dicarikan solusi agar segera dituntaskan. 

Meskipun, ia mengakui jika salah satu kondisi pasar tradisional yakni Pasar Blimbing terlihat tak terawat.

Salah satu hal yang menjadi kendala, yakni belum jelasnya investor yang ingin membangun pasar tradisional tersebut. 

Kemudian adanya permintaan investor untuk merubah PKS (perjanjian kerja sama) menjadikan molornya pelaksanaan pembangunan pasar tradisional itu.

"Kita masih terus mencarikan solusinya, seperti kondisi Pasar Blimbing yang kumuh dan ketidakjelasan investor menjadi masalah yang selama ini masih belum terselesaikan. Ada beberapa yang memang permintaan dari investor harus merubah PKS mulainya sudah 7 tahun yang lalu," ujar dia.

Ia menambahkan, untuk Pasar Blimbing dan Pasar Gadang saat ini pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tengah mengkaji perjanjian dengan pihak ketiga. 

"Untuk Pasar Blimbing dan Pasar Gadang yang sudah dicarikan perjanjian dengan pihak ketiga sedang dikaji. Kami juga mencarikan solusinya yang bisa diterima bersama baik oleh pedagang, investor, dan Pemkot Malang," imbuh dia.

Sementara itu, untuk pembangunan Pasar Besar pihak ketiga telah mengajukan kepada Pemkot Malang untuk melakukan rekondisi. Namun, pihak Pemkot Malang masih melakukan kajian.

"Pihak dari Pasar Besar (Matahari) telah ke kami, dan meminta untuk di rekondisi. Entah itu pembenahan tiangnya atau apa. Tapi nanti masih akan kami kaji lagi ya atau tidaknya," pungkas dia.

Pewarta : Arifina Cahyati Firdausi
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close