Dipicu Miras, Seorang Pemuda Terbaring dengan Luka Parah di Sekujur Tubuhnya

Minggu, 21-07-2019 - 19:45 WIB Kondisi korban pembacokan saat menjalani perawatan intensif di rumah sakit (Foto : Polsek Tumpang for MalangTIMES) Kondisi korban pembacokan saat menjalani perawatan intensif di rumah sakit (Foto : Polsek Tumpang for MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Minuman keras (miras) kembali memakan korban. Akibat mabuk berat, Siswanto warga Dusun Purboyo, Desa Purwosekar, Kecamatan Tajinan, harus mendekam di balik jeruji tahanan Polsek Tumpang. Pria 31 tahun itu harus berurusan dengan polisi, lantaran kasus penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam, Minggu (21/7/2019) dini hari.

Berdasarkan hasil penyidikan polisi, korban penganiayaan diketahui bernama Mochamad Faisal warga Dusun Krajan, Desa Kidal, Kecamatan Tumpang. ”Korban mengalami luka bacokan di bagian kepala dan punggungnya, setelah dianiaya oleh pelaku,” kata Kanit Reskrim Polsek Tumpang, Ipda Sigit Hernadi.

Diperoleh keterangan, aksi pembacokan itu terjadi pada Minggu (21/7/2019) dini hari. Tepatnya pukul 01.00 WIB korban kedapatan sedang menjaga parkiran dalam pertunjukan kuda lumping yang digelar di wilayah Dusun Krajan, Desa Kidal, Kecamatan Tumpang.

Ketika asyik menyaksikan pertunjukkan kuda lumping itulah, Faisal yang sedang berjaga di parkiran tiba-tiba melihat kehadiaran dua orang dengan berboncengan sepeda motor, menarik-narik gas kendaraan di lokasi kejadian.

Mengetahui hal ini, remaja 17 tahun itu beserta warga lainnya langsung menegur keduanya. Mendengar teguran tersebut, tersangka yang merasa tidak terima langsung turun dari kendaraan yang ditumpanginya. Dengan membentak-bentak, pria yang hanya lulusan SD (Sekolah Dasar) ini malah menantang balik warga.

Bermodalkan sebilah celurit, Siswanto berlari menghampiri korban sembari mengayunkan senjata tajam tersebut ke sekujur tubuh Faisal. Mengetahui peristiwa ini, warga dan petugas yang melakukan penjagaan langsung mengamankan tersangka. Sedangkan korban yang mengalami luka parah di bagian kepala dan punggungnya, langsung dilarikan ke Rumah Sakit Sumber Santoso, Kecamatan Tumpang, guna mendapatkan penanganan medis.

”Akibat perbuatannya, tersangka kami jerat dengan pasal 2 ayat 1 Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951 Juncto pasal 76C Undang-undang 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang tindak kekerasan menggunakan senjata tajam serta perlindungan anak," tegas Sigit.

Mantan Kanit Reskrim Polsek Bantur ini mengaku jika dirinya hingga kini masih terus melakukan pengembangan. Termasuk memburu keberadaan pelaku lainnya yang kabur, usai mengetahui teman yang dibonceng menggunakan sepeda motor membacok korban. ”Identitas terduga pelaku yang terlibat sudah kami kantongi, tim masih melakukan pengembangan di lapangan,” pungkasnya.

Pewarta : Ashaq Lupito
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close