Manfaatkan Teknologi untuk Pembelajaran yang Menyenangkan, Ini Langkah LLPM Unhasy

Senin, 22-07-2019 - 10:13 WIB Susasana pelatihan yang diberikan oleh LPPM UNHASY kepada para guru MI dan MA Al-Asy Susasana pelatihan yang diberikan oleh LPPM UNHASY kepada para guru MI dan MA Al-Asy'ari. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

JATIMTIMES, JOMBANG – Perkembangan teknologi menjadi tantangan bagi semua lini, tak terkecuali dunia pendidikan. Salah satu lembaga pendidikan agama di Jombang mulai mencoba sarana teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk sarana belajar mengajar.

Sejumlah guru di Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Aliyah (MA) Al Asy’ari, Desa Keras, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, diberikan pelatihan TIK. Pelatihan ini diberikan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng Jombang.

Terkait metode pembelajaran berbasis teknologi informasi ini, LPPM Unhasy mengemasnya dalam bentuk game atau permainan. Metode ini dinamai pembelajaran game edukasi menarik berbasis keterampilan teknologi informasi (gema bakti).

Ketua pelaksana pelatihan Iesyah Rodliyah menyampaikan, pelatihan sistem belajar mengajar berbasis teknologi informasi ini diberikan kepada para guru di tingkat MI dan MA. Para guru akan dibekali sejumlah materi seputar sistem teknologi informasi.

"Materinya wondershare quis creator 3.0, yaitu salah satu software yang berbasis IT, dan game microsoft power point dengan visual basic (VB)," ungkapnya saat diwawancarai, Senin (22/7) pagi.

Sementara, Ketua LPPM Unhasy Bambang Sujatmiko menerangkan, dengan metode gema bakti, materi pembelajaran akan diaplikasikan melalui sistem TIK. Seperti pelajaran matematika yang divisualkan melalui gambar bergerak.

"Semisal pelajaran matematika itu selama ini kan sulit diterima anak. Lewat model pembelajaran dengan gambar, tulisan, kemudian bisa digerakkan, anak bisa langsung mengerti oh ini oh itu," terangnya.

Menurut Bambang, sistem pembelajaran yang diterapkannya ini telah melalui proses penelitian. Kebanyakan siswa sekarang ini semuanya memiliki smartphone berbasis android. Peluang inilah diambil untuk dimanfaatkan sebagai sarana belajar mengajar bagi para siswa.

"Karena zamannya anak-anak sudah pegang HP smartphone..sementara kurikulum di sekolah masih menggunakan buku. Nah sekarang mereka sudah tidak senang pegang buku. Akhirnya apapun dipindah ke android. Jadi! bisa dibaca di HP-nya dan menarik," pungkasnya. 

 

Pewarta : Adi Rosul
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Jombang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close