Belum Dapat Lampu Hijau DPRD, Plt Bupati Malang Siap Perjuangkan Anggaran Ponpes sampai Rp 20 Miliar

Senin, 22-07-2019 - 12:11 WIB Plt Bupati Malang Sanusi berjanji memperjuangkan alokasi anggaran untuk ponpes di Kabupaten Malang. (Nana) Plt Bupati Malang Sanusi berjanji memperjuangkan alokasi anggaran untuk ponpes di Kabupaten Malang. (Nana)

JATIMTIMES, MALANG – Plt Bupati Malang Sanusi kembali membuat gebrakan dalam dunia pendidikan di Kabupaten Malang. Khususnya terkait pendidikan nonformal keagamaan berupa pondok pesantren (ponpes).

Selama ini ponpes di wilayah Kabupaten Malang belum tersentuh secara optimal oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terkait pengembangannya. Padahal, menurut Sanusi, keberadaan ponpes semakin viral di era modern saat ini. Sehingga pembangunan, pengembangan serta penguatan bagi ponpes menjadi relevan untuk diperjuangkan.

"Ponpes sangat penting keberadaannya. Bukan hanya untuk belajar keagamaan, tapi juga ruang pembentukan karakter anak bangsa ke depannya. Posisi sentral ini yang membuat kami berupaya untuk mendukung pengembangan ponpes melalui anggaran daerah," kata Sanusi, Senin (22/07/2019).

Dukungan anggaran dari pemerintahan,l diakui Sanusi terbilang minim bagi ponpes. Hal inilah yang membuatnya berencana pada tahun 2020 mendatang, ada anggaran daerah bagi ponpes di Kabupaten Malang. 

"Kami harus akui ponpes minim perhatian. Padahal keberadaannya sangat penting. Karena itu, saya ajukan anggaran untuknya di tahun depan sekitar Rp 20 miliar," ujar politisi PKB ini.

Total anggaran untuk bantuan pengembangan ponpes itu didasarkan pada target raihan pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2019, yaitu mencapai Rp 525 miliar. Dengan raihan PAD itulah, Sanusi berani untuk mengalokasikan nilai Rp 20 miliar untuk ponpes.

Rencana penganggaran bagi ponpes tersebut sayangnya masih belum mendapat lampu hijau dari DPRD Kabupaten Malang. Hal ini juga disampaikan Sanusi saat dirinya berada di Ponpes Al Islahiyah Singosari, Minggu (21/07/2019) kemarin.

"Pengajuan itu memang belum dapat lampu hijau DPRD. Tapi, saya yakin dengan kepentingan masyarakat Kabupaten Malang ke depan untuk mencetak generasi berkarakter Islam, rencana ini bisa diterima," ungkap Sanusi.

Dia  juga menegaskan bahwa dirinya akan terus berjuang untuk mengawal rencana anggaran pengembangan ponpes sebesar Rp 20 miliar tersebut. "Kami akan perjuangkan ajuan alokasi anggaran untuk ponpes tahun depan ini," imbuhnya.

Terpisah, rencana alokasi anggaran itu disambut positif oleh berbagai kalangan ponpes. Misalnya, pengurus Ponpes Al Islahiyah Singosari KH Hasib Mahfud menyatakan, pihaknya sangat berterima kasih atas adanya dukungan anggaran ke ponpes.

"Kami tentunya berterima kasih dengan adanya hal itu. Sehingga ke depan keberadaan ponpes bisa semakin menguatkan dunia pendidikan dan pembangunan di Kabupaten Malang," ucapnya.

 

Pewarta : Dede Nana
Editor : Yunan Helmy
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close