Dirawat di Rumah Sakit, Dua CJH Jombang Gagal Naik Haji

Senin, 22-07-2019 - 18:28 WIB Salah seorang CJH asal Jombang terlihat terbaring di ruang Cempaka RSUD Jombang akibat penyakit yang dideritanya. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES) Salah seorang CJH asal Jombang terlihat terbaring di ruang Cempaka RSUD Jombang akibat penyakit yang dideritanya. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

JATIMTIMES, JOMBANG – Dua Calon Jemaah Haji (CJH) asal Jombang gagal berangkat ke tanah suci Mekkah. Hal tersebut lantaran kedua CJH itu dalam perawatan intensif di RSUD Jombang jelang pemberangkatan ke Baitullah.

Kedua CJH itu yakni Sadilan (77) warga Dusun Nanggungan, Desa Jatirejo, Kecamatan Diwek, dan Moh. Mashuda (51) warga Desa Mejayalosari, Kecamatan Gudo.

Saat ini Sadilan sedang dirawat di Pavilun Cempaka RSUD Jombang karena penyakit paru-paru yang dideritanya. Sedangkan, Mashuda di rawat di ruang ICU Central RSUD Jombang akibat gagal pernapasan.

Anis Faidah, anak menantu dari Sadilan menerangkan, bapak mertuanya telah mendaftar haji sejak 2013 lalu bersama ibu mertuanya.

Kedua mertua Anis ini dijadwalkan berangkat ke tanah suci pada tahun 2019. Namun, ibu mertuanya gagal berangkat karena meninggal dunia 40 hari lalu. Kini, bapak mertuanya juga gagal berangkat karena harus dirawat di RSUD Jombang akibat penyakit paru-paru.

"Gagal berangkat haji karena sakit paru-paru. Tiba-tiba saja darahnya drop itu, ya terus gak jadi berangkat. Dokternya gak mengijinkan, harusnya besok berangkat. Kemarin pagi itu dokternya datang trus tanyak-tanyak, trus gak boleh berangkat," terangnya saat diwawancarai di RSUD Jombang, Senin (22/7).

Hal serupa juga dialami oleh CJH asal Jombang lainnya. Mashuda juga gagal berangkat haji karena alami gagal pernafasan. Saat ini, Mashuda sedang menjalani perawatan di ruang ICU Central.

"Karena ini pernafasan, bagi saya memperhitungkan kesehatannya, sehingga saya lebih baik dirawat terdahulu, dan mundur tahun depan. Ya kami ikhlas menerima penundaan ini," ujar istri Mashuda, Siti Fadilah (47), saat ditemui wartawan di RSUD Jombang.

Sementara, Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbara membenarkan adanya dua CJH yang sedang dirawat di rumah sakit berplat merah itu. Dikatakan Pudji, kedua pasien yang dirawat tersebut kondisi kesehatannya cukup serius.

"Sejauh ini yang kita rawat ada dua pasien yang kita rawat, karena kondisi kesehatannya cukup serius. Satu orang karena usia yang lanjut dan masih kita rawat di ruang cempaka, problemnya ada infeksi di saluran pernafasan, sedangkan yang kedua usia masih relative dan kondisinya juga kritis sehingga kita rawat di ruang ICU Central," terang Pudji.

Menurut penjelasan Pudji, secara medis kedua CJH tersebut sangat berisiko jika tetap di rekomendasi untuk berangkat ke tanah suci.

Bukan hanya kondisi kesehatan yang beresiko bagi yang bersangkutan, melainkan juga berisko bagi CJH lainnya, karena penyakit yang diderita pasien bisa menular.

"Penyakit yang dideritanya ini termasuk penyakit yang menular, dan nanti di pesawat itu agak lama, sampai 10 jam. Kalau kita meloloskan salah satu CJH, dengan penyakit menular tentu di dalam pesawat akan terjadi penularan yang serius, pada seluruh rombongan CJH," pungkasnya.(*)

Pewarta : Adi Rosul
Editor : Moch. R. Abdul Fatah
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Jombang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close