Bersih Desa Resapombo, Kepala Disparbudpora Ndalang Mainkan Lakon Semar Mbangun Khayangan

Senin, 22-07-2019 - 19:17 WIB Kepala Disparbudpora Kab Blitar Suhendro Winarso ndalang di pagelaran wayang kulit Desa Resapombo.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES) Kepala Disparbudpora Kab Blitar Suhendro Winarso ndalang di pagelaran wayang kulit Desa Resapombo.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)

JATIMTIMES, BLITAR – Dalam rangka memeriahkan kegiatan bersih desa dan memperingati Hari Jadi Blitar yang ke 695 serta Kemerdekaan RI yang ke 74, warga Dusun Purworejo, Desa Resapombo, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar menggelar kesenian Wayang Kulit semalam suntuk. Sabtu (20/07/2019).

Wayang Kulit dengan lakon Semar Mbangun Khayangan yang didalangi Ki Suhendro Winarso yang juga Kepala Dinas Pariwisata Budaya Pemuda nda Olahraga Kabupaten Blitar. Lakon Semar Mbangun Khayangan tersebut merupakan salah satu lakon pewayangan yang sangat legendaris, penuh edukasi moral yang menjadikan sosok punakawan sebagai sentral lakon tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Dalang sekaligus Kepala Dinas Parbudpora Kabupaten Blitar, Suhendro Winarso mengatakan, bahwa kegiatan bersih dusun ini merupakan rangkaian acara dalam memeriahkan Hari Jadi Blitar yang ke 695. Selain itu, menyampaikan pada masyarakat, bahwa banyak sekali potensi budaya dan kesenian di Blitar yang perlu di uri-uri dan dilestarikan oleh generasi muda.

Lakon ini dibuka dengan niat Semar untuk membangun jiwa para Pandawa. Dan khayangan yang dimaksud adalah jiwa, rasa dan rohani keluarga Pandawa. Semar sebagai tokoh senior sekaligus penasehat agung keluarga Pandawa mengutus Petruk untuk mengundang keluarga Pandawa dengan membawa tiga pusaka yakni, Jamus Kalimasada, Tumbak Karawelang dan Payung Tunggul naga.

“Simbolisme tiga pusaka tersebut cukup menjelaskan niat baik Semar. Kalimasada banyak dimaknakan sebagai kalimat syahadat. Dengan pusaka syahadat inilah Semar bermaksud membangun ruhani. Tumbak Karawelang adalah simbol ketajaman yang dengan personifikasi tersebut Semar bermaksud membangun ketajaman hati, ketajaman visi dan indera para Pandawa. Sedangkan Payung Tunggul naga adalah ungkapan bahwa Pandawa sebagai pemimpin harus memiliki karakter mengayomi sebagaimana fungsi paying,” jelas Suhendro.

Selama ndalang dan limbukan, Ki Hendro tak lupa menyisipkan perihal kekayaan potensi pariwisata yang dimiliki Kabupaten Blitar, mulai dari wisata alam, wisata budaya maupun destinasi wisata yang dikelola Pokdarwis. Salah satunya di Resapombo sendiri juga memiliki destinasi wisata alam Gumuk Sapu Angin, Air terjun Tirto Wening, Air terjun Selo Kajar dan juga Batik Ciprat yang menjadi salah satu produk andalan Desa Resapombo.

“Kali ini selain dalam rangka bersih desa tak lupa kita juga memeriahkan peringatan Hari Jadi Blitar yang ke 695. Tahun ini peringatan Hari Jadi Blitar sangat luar biasa karena ada Kirab Hurub Hambangun Praja yang di kirab ke seluruh desa/kecamatan 3 Pusaka Kabupaten Blitar yakni Kitab Sejarah Blitar, Panji-panji Blitar dan juga Damar Hurub Hambangun Praja,” tutup Suhendro.(*)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Moch. R. Abdul Fatah
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Blitar TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close