Kekeringan Semakin Parah, BPBD Sumenep Akui Kehabisan Dana

Senin, 16-09-2019 - 13:07 WIB Kepala BPBD Kabupaten Sumenep, Abd Rahman Riadi saat ditemui di ruang kerjanya (Foto: Syaiful / JatimTIMES) Kepala BPBD Kabupaten Sumenep, Abd Rahman Riadi saat ditemui di ruang kerjanya (Foto: Syaiful / JatimTIMES)

JATIMTIMES, SUMENEP – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Madura, hingga saat ini telah menyalurkan 200 tangki air bersih ke wilayah yang terdampak kekeringan dan kekurangan air bersih.

Sesuai prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalianget Sumenep, puncak kekeringan di kabupaten ujung timur pulau Madura ini diperkirakan hingga Agustus - September 2019.

Kepala BPBD Kabupaten Sumenep, Abd Rahman Riadi menyampaikan dari banyaknya bantuan air bersih yang telah didistribusikan mengakibatkan habisnya Anggaran Dana Belanja Tak Terduga.

"Jadi, kita tunggu pengajuan lagi dari desa yang memerlukan tambahan droping air bersih. Setelah itu kita rekap dan ajukan lagi (dana tambahan) ke Pemerintah Kabupaten," kata Abd Rahman Riadi, Senin (16/09/19).

Menurut dia, daerah rawan kekeringan baik kering kritis dan kering langka tersebar di 10 kecamatan. Dari 10 kecamatan yang masuk peta rawan kekeringan, ada 30 desa masuk kering kritis dan kering langka.

"Namun yang paling parah itu di Kecamatan Pasongsongan dan Kecamatan Batuputih, karena kekeringan kritis," terangnya.

Abd Rahman Riyadi mengungkapkan, tidak menutup kemungkinan jumlah daerah yang terdampak kekeringan di Kabupaten Sumenep akan semakin bertambah.

"Kalau itu terjadi, maka permintaan dropping air bersih dari daerah kekeringan akan juga meningkat. Namun, semoga saja tidak bertambah," pungkas nya.

Pewarta : Syaiful Ramadhani
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Sumber : Sumenep TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close